Wagubsu Buka Acara Forum Komunikasi Ekonomi dan Keuangan Regional

Wagubsu Buka Acara Forum Komunikasi Ekonomi dan Keuangan RegionalMedan, 17/11 – Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan bahwa Forum Komunikasi Ekonomi dan Keuangan Regional (F-KEKR) bertujuan untuk menentukan langkah prioritas dan meningkatkan sinergi seta koordinasi antar SKPD dan stakeholders. “Dibawah komando Bapak Gubsu bekerjasama dengan Bank Indonesia guna membangun perekonomian Sumut yang stabil, berkualitas, dan memiliki ketahanan terhadap goncangan baik yang berasal dari internal maupun eksternal,” ujar Erry pada saat menghadiri dan membuka acara Forum Komunikasi Ekonomi dan Keuangan Regional, Senin (17/11) di Gedung BI Jl. Balaikota Medan.

Acara tersebut turut dihadiri Asisten Ekbang Setdaprovsu Ir H Sabrina MSi, pimpinan kanwil perbendaharaan Negara Sumut, Kepala BPMP Provsu Purnama Dewi, para Pimpinan SKPD Provsu, Kepala Regional V Otoritas Jasa Keuangan Achmad Fauzie, pimpinan perbankan dan Asosiasi di Sumut, para akademisi dan ekonom Sumut serta para pimpinan media Sumut.

Tema yang diangkat F-KEKR yaitu menelaah perkembangan Sumatera Utara Terkini, Resiko dan Tantangan Struktural ke Depan menurut Erry sangat tepat mengingat forum ini merupakan forum strategis untuk menjawab peluang dan tantangan pembangunan ekonomi Sumut kedepan.

Dikesempatan itu Erry juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan III 2014 sebesar 5,25 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01 persen (yoy) pada periode yang sama. Juga, lanjutnya untuk pertumbuhan ekonomi Sumut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatera yang mencapai 4,5 persen (yoy) walaupun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi kawasan Jawa yang mencapai 5,6 persen (yoy).

Sementara itu kata Erry, inflasi Sumut mencapai 4,37 persen (yoy) pada Oktober 2014 atau lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai 4,83 persen (yoy). Prestasi ini menurutnya tidak terlepas dari peran tim pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang mampu meredam gejolak inflasi Sumut dengan menjalankan berbagai programnya seperti pasar murah, penyaluran raskin, operasi pasar dan sosialisasi/talkshow untuk menjaga ekspektasi inflasi. Namun kita patut mencermati bersama rencana pengurangan subsidi BBM yang akan dilakukan pemerintah pada akhir tahun 2014. “Hal ini berpotensi meningkatkan inflasi,” sebutnya.

Terkait dengan ketenagakerjaan di Provinsi Sumut, Erry menyampaikan kondisinya menunjukkan penurunan termasuk juga kondisi kesejahteraan di Sumut. Namun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumut justru mengalami penurunan dari 6,5 persen bulan Agustus 2013 menjadi 6,2 persen bulan Agustus 2014. “Penurunan ini bersumber dari menurunnya jumlah tenaga kerja baik yang bekerja maupun pengangguran,” kata Erry.

Oleh karenannya Erry mengharapkan F-KEKR ini dapat menjadi momentum bagi semua untuk dapat bersinergi membangun Sumut. “Saran dan masukkan konstruktif pada forum ini kepada Pemprovsu sangat kami harapkan, dan forum pertemuan ini merupakan agenda rutin untuk membahasa perkembangan perekonomian di Sumut,” ujar Erry.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX (Sumut & Aceh) Difi A Johansyah mengatakan bahwa F-KEKR ini merupakan forum rutin yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, dan tahun 2014 ini untuk pertama kalinya.

Kantor perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX (Sumut dan Aceh) katanya, sebagai advisor pemerintah daerah akan membahas sejumlah isu-isu strategis, dan solusi yang perlu dilakukan oleh semua pihak melalui Forum ini. “F-KEKR perdana ini untuk mengembangkan perekonomian Sumut yang akan ditinjau dari beragam aspek seperti kondisi infrastruktur di Sumut,” kata Difi.

Menurutnya infrastruktur, khususnya listrik merupakan aspek yang paling menjadi sorotan oleh para investor, baik dalam maupun luar negeri saat hendak berinvestasi di Sumut. Terjaganya pasokan listrik di Sumut diharapkan dapat memicu penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja.

Selain itu, Difi juga mengharapkan KEK Sei Mangkei dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumut selain Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bandara Kualanamu sehingga mampu mendongkrak perekonomian Indonesia. Karena KEK Sei Mangke sangat berpotensi dan menjanjikan, untuk itu perlu adanya pembangunan infrastruktur yang baik dan kemudahan perizinan. “Dengan demikian banyak investor yang akan melamar,” ucapnya  

Pada kesempatan itu pihaknya juga membagikan kajian ekonomi keuangan regional (KEKR) Sumut Triwulan III 2014 yang mengupas kondisi ekonomi regional seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan dan ketenagakerjaan secara komprehensif yang diharapkan dapat memperkaya wawasan dalam menetapkan kebijakan ataupun guna kerperluan akademis lainnya. (Sumber: SumutProv.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*