Tri Yudha Handoko: PSMS Medan Sangat Disayangkan Jika Dibubarkan

Tri Yudha Handoko: PSMS Medan Jangan DibubarkanMEDAN – Babak penyisihan Grup I turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B telah berakhir. Kesebelasan PSMS Medan pun dipastikan tidak lolos ke babak 16 besar karena finish di urutan ketiga klasemen akhir.

Dari Grup I, Persiraja Banda Aceh dan PSPS Riau akan melaju ke babak selanjutnya. Sedangkan nasib pemain PSMS berada di ujung tanduk.

Tim kebanggaan Kota Medan ini akan memulangkan pemainnya. Belum tahu kapan pemain akan dipanggil lagi. Dengan kata lain, skuat asuhan Abdul Rahman Gurning ini akan dibubarkan.

Gelandang PSMS Medan Tri Yudha Handoko menilai tim jangan dibubarkan. Pasalnya skuad yang dimiliki Ayam Kinantan saat ini sudah sangat solid. Hanya perlu dilakukan penambahan beberapa pemain untuk memperkuat tim.

Sehingga jika ada turnamen atau liga kembali bergulir, pemain sudah siap tempur dan tidak dibentuk dari awal lagi.

“Kalau menurutku lebih baik dipertahankan, karena tim yang ada sekarang kan sudah bagus. Mungkin butuh penambahan pemain lagi untuk lebih solid lagi,” ujar Yuda, Senin (5/9).

Lagi pula, tambah Yudha, tidak gampang untuk membentuk tim baru yang kekompakkan seperti saat ini. Terlebih, kekompakan pemain dan tim pelatih PSMS sudah terjalin sangat baik. Sangat disayangkan jika harus dibubarkan.

“Tapi semua keputusan kembali lagi ke manajemen. Kami sebagai pemain harus mengikuti apa kebijakan dari manajemen,” tambah pemain bernomor punggung 24 ini.

Untuk sementara waktu, sembari menunggu keputusan dari manajemen, Yudha akan kembali beraktivitas seperti biasa. Yakni bekerja di Bank Sumut. Ia tidak berencana mencari tim lain.

“Yang pasti nya saya akan tetap jaga kondisi dan balik lagi ke Bank Sumut. Kalau memang PSMS masih kasih saya kepercayaan untuk bermain lagi ya saya siap,” ungkap alumni Ilmu Politik FISIP USU ini.

Pekan lalu, Kisharianto Pasaribu, Wakil Ketua Umum PSMS Medan memiliki pendapat jika PSMS Medan gagal di ISC B akan dilakukan evaluasi secara besar-besaran. Evaluasi yang ia maksud ialah melakukan pergeseran secara keseluruhan tim. Jadi sangat kecil kemungkinan untuk tetap seperti semula.

“Andai jika gagal, maka tim ini akan kami evaluasi. Kami akan memulangkan pemain dan pengurus ke tempat asalnya masing-masing, ” katanya.

Ia menegaskan, dari sekian banyak yang akan dipulangkan maka akan ada beberapa pemain atau pengurus yang dipertahankan. Lalu akan dibuat lagi yang baru melalui proses seleksi.

” Karena ada beberapa pemain yang tetap di PSMS maka tidak harus mulai dari nol lagi. Nanti untuk memilih pemain sepakbola kami akan mengutamakan putra daerah yang menjadi prioritas menjadi skuat PSMS, ” tambahnya.

Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir mengaku kecewa atas kegagalan tim kebanggannya melaju ke babak 16 besar. Dikatakannya skuat PSMS perlu dirombak, termasuk seluruh pengurus yang menangani PSMS saat ini.

“Ke depannya kami berharap beberapa pemain harus dirombak dan kalau perlu pelatih juga. Tapi enggak hanya timnya, pengurus PSMS juga itu harus diganti,” tegasnya.

Menerima Tawaran Tarkam

Bek PSMS, M Antoni mengaku jika PSMS dibubarkan akan membuatkan kesulitan dalam hal ekonomi. Pasalnya penghasilan utama dan satu-satunya adalah dari sepakbola.

Kini, ia hanya pasrah dengan keputusan manajemen tim Ayam Kinantan. Hanya menunggu panggilan saja.

Sembari menunggu kepastian dari PSMS, kini ia mencari tim-tim yang ikut turnamen antarkampung (tarkam) yang membutuhkan jasanya.

“Menunggu kompetisi musim depan lah dari PSMS. Ya kalau ada tarkam pun, tarkam ajalah untuk sementara ini,” ungkap Antoni, Senin (5/9).

Bahkan saking butuhnya pekerjaan, ia menulis status di jejaring sosial “Menerima Tawaran Tarkam dan Sejenisnya”. Pasalnya, dari bermain tarkam, penghasilannya lumayan dan bisa memenuhi perekonomian keluarga kecilnya.

Meski tak berlatih lagi bersama PSMS, pemain bernomor 14 tetap latihan sendiri untuk menjaga kebugaran dan ketahanan fisik. Sesekali ia akan bergabung latihan bersama Putra Buana, sekolah sepak bola di Desa Manunggal Helvetia, Deliserdang yang telah membesarkan namanya.

Selain itu, pemain yang pernah membela Persiram Raja Ampat dan PS Kwarta ini berdoa agar kompetisi sepakbola di tanah air akan bergulir kembali. Dengan ada kompetisi, pemain-pemain sepakbola profesional, termasuk dirinya bisa menjual jasanya kepada tim yang membutuhkan. (rif)

Sumber: medan.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*