Saat Latihan Perang, TNI Temukan 67,5 Ha Ladang Ganja

Saat Latihan Perang, TNI Temukan 67,5 Ha Ladang GanjaPANYABUNGAN – Disela pelaksanaan latihan perang, pasukan TNI menemukan ladang ganja di hutan Tor Sihite dan Tor Antarsa, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Rabu (1/6/2016).

Dari kedua kolasi itu ditemukan total 67,5 hektar. Lokasi ditemukan ketika pasukan TNI UST Tingkat Regu Kompi Senapan-B Bataliyon Infantri Raider 100 bersama pasukan lainnya berjumlah sekitar 147 personil.

Dua orang diduga peladang ganja diamankan. Selain itu juga ditemukan senjata 4 pucuk, yakni 3 locot, 1 pistol repolper.

Temuan ini disampikan dalam keterangan pers oleh Danrem 023/KS Kolonel Inf Fachri bersama Dandim 0212/TS Letkol Inf Saftapiandi; Danyon 100/PS Letkol Inf Didik; Wakapolda Berigjen Pol Adhi Prawoto; Dir Res Narkoba Kombes Pol Edy Iswanto; Kapolres Madina AKBP Rudi Rifani di Posko Latihan Desa Hutabangun, Panyabungan Timur, usai penurunan barang bukti dari lokasi penemuan, Rabu (1/6).

Danrem mengatakan, kegiatan latihan dilaksanakan selama 12 hari di wilayah medan latihan Kodam I/BB, mulai dari Desa Pintu Padang Jae Kecamatan Siabu hingga ke Panyabungan Timur.

Latihan dirangkai dengan berbagai kegiatan yang dipadukan dengan pasukan Koramil 13/Panyabungan, Kodim 0212/TS Rem 023/KS, Yonif 100 Raider/PS dan Yonif 123/Rajawali, berupa kegiatan sosial sunatan massal di Desa Huta Tinggi, Huta Bangun dan Pardomuan Kecamatan Panyabungan Timur.

“Dari hasil perpaduan kegiatan pembinaan teritorial sangat mendapat simpatik masyarakat, sehingga dari kedekatan prajurit Babinsa dengan masyarakat menghasilkan informasi tentang keberadaan ladang ganja di wilayah Tor Sihite dan Tor Antarsa Kecamatan Panyabungan Timur. Sehingga dilakukan penyisiran dan menemukan ladang ganja lebih kurang 67,5 Ha dengan barang bukti sekitar 1 ton yang dibawa ke camp, baik yang basah maupun keadaan kering” ujarnya.

Sampel barang bukti akan dibawa ke Polres Madina, sisanya dimusnahkan di lokasi dengan cara membakar.

“Ada juga ditemukan ganja kering sekitar 1 ton, itupun dimusnahkan hanya sebagian dibawa untuk barang bukti, ditambah senjata 4 pucuk yakni 3 locot, 1 pistol repolper. Barang haram ganja ini akan kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk diperoses, sedangkan anggota masih menyisakan 4 hari lagi latihan. Tentu kita berharap agar masyarakat harus meninggalkan menanam ganja, beralih ke tanaman lain,” ujarnya.

Wakapoldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto dalam kesempatan yang sama mengatakan, ucapan terima kasih kepada Danrem bersama pasukan TNI lainnya atas ditemukannya ladang ganja. Hal ini sesuai dengan perintah presiden RI dalam pembasmian narkoba.

“Dua orang dugaan pelaku sudah kita amankan. Kedepan dalam pembasmian narkoba harus kerjasama yang baik TNI, Polri, Pemerintah, BNN, tokoh masyarakat dan unsur lainnya, tanpa bosan terus memberantasnya. Kemudian kepada masyarakat tentu kita harapkan agar ada perubahan lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pardomuan (populernya Huta Tua) Mahlil Batubara di hadapan Danrem dan Wakapoldasu menyampaikan atas nama 6 desa (Ranto Natas, Pardomuan, Hutabangun, Sirangkap, Hutatinggi dan Desa Banjar Lancat) bahwa pihaknya kan terus melarang warganya untuk menanam ganja, tetapi dia mengharapkan adanya peralihan usaha bagi warga.

“Kami mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk beralih kepada tanaman holtikultura, perbaikan alan yang kondisnya saat ini sangat hancur sekali, dan bantuan keamanan, karena kami takut nanti ada teror dari oknum yang tidak menyukai atas kegiatan tersebut (peralihan usaha),” ujarnya.

Sumber: mandailingonline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*