Pertemuan Pertama Asia Water Council Resmi Dibuka

Pertemuan Pertama Asia Water Council Resmi DibukaPertemuan Pertama Asia Water Council (AWC) atau The 1st General Assembly for Asia Water Council resmi dibuka dengan ditandai pemukulan Gong oleh Dirjen Sumber Daya Air (SDA), Mudjiadi mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/2). Acara yang berlangsung 24-26 Maret 2016 memiliki agenda pertemuan tingkat tinggi, pemilihan presiden dan wakil presiden AWC, pameran teknologi sumber daya air, panel diskusi dan tur budaya ke Museum Subak.

Dalam pernyataannya Mudjiadi mengatakan, Asia tumbuh sangat pesat baik dari segi ekonomi maupun pertumbuhan penduduknya namun dari kemajuan tersebut, Asia juga menghadapi problem, salah satunya terkait sumber daya air. “Kita berkumpul membentuk Asia Water Council yang bertujuan untuk tukar menukar informasi dan tantangan berbagai Negara Asia. Problem-problem (terkait air) ini kita kumpulkan dan dapat diangkat ke level lebih tinggi seperti PBB dan Earth Summit, sehingga problem-problem Asia lebih menonjol. Bila sudah menjadi agenda utama dan perhatian dunia, maka sumber pendanaan lebih banyak,” kata Mudjiadi.

Karena, menurutnya, masalah pendanaan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air memang masih dihadapi oleh negara-negara Asia.

Mudjiadi menambahkan, problem terkait air di Asia berbeda dengan benua lainnya. Asia memiliki curah hujan tinggi sehingga menghadapi masalah banjir.

Kemudian tanaman padi, sebagai sumber bahan makanan pokok penduduk Asia juga terkait dengan kebutuhan air irigasi. Selain itu banyak kota-kota Asia telah berkembang menjadi kota besar ditambah dengan arus urbanisasi yang mengakibatkan permasalahan air di kota besar.

Oleh karenanya kehadiran Asia Water Council akan memiliki kontribusi terhadap solusi yang paling efisien, efektif dan berkelanjutan dalam manajemen sumber daya air yang bijak baik untuk perkotaan, kebutuhan industri dan swasta.

Pengalaman dari berbagai negara Asia dalam mengatasi masalah air, dapat dibagi melalui AWC sebagai solusi masalah air serupa yang dihadapi negara lainnya. Mudjiadi juga menyampaikan bahwa kehadiran AWC tidak hanya seminar namun juga akan ada langkah konkrit yang dilakukan. “Kita usulkan pilot project untuk Water Management in Urban Area di Jabodetabek,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Menteri SDA Bangladesh Muhammad Nazrul Islam, Wakil Presiden Asian Development Bank Bambang Susantono, Presiden Korea Water Forum Jung Moo Lee, CEO K-Water Gyewoon Choi, perwakilan dari Negara Thailand, Kamboja, Uzbekistan, para tokoh pendiri AWC dan perwakilan dari organisasi non pemerintah di bidang sumber daya air. Sebelum pembukaan acara, Gubernur Bali yang diwakili oleh Wagub Bali I Ketut Sudikarte menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta.

Terbentuknya AWC berawal dari pertemuan dari para tokoh-tokoh sumber daya air dari Indonesia, Korea, Laos, Nepal, Mongolia, Singapura, Thailand, Uzbekistan dan Perancis. Dalam pertemuan yang bertajuk Asian Water High Level Round Tabel (AWHot) membahas tentang tantangan di bidang sumber daya air di kawasan Asia.

Selama empat kali pertemuan AWHot berlangsung sejak Juni 2014 lalu, terjadi diskusi dan debat yang intensif. Hingga akhirnya pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk membentuk Asia Water Council (AWC) yang menjadi sebuah entitas yang lebih berpengaruh untuk mengatasi masalah air di Asia. (gt)

Sumber: pu.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.