Pengambilan Sumpah Jabatan Bupati Madina

IMG_9482.1Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho, ST. M.Si secara resmi mengambil sumpah jabatan dan melantik Wakil Bupati sekaligus Plt Bupati Kabupaten Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution sebagai bupati defenitif dengan melanjutkan sisa jabatan Bupati sebelumnya Muhammad Hidayat Batubara periode 2011-2016  di Gedung Serba Guna Pemkab Madina, Kamis ( 9/10).

Pengambilan sumpah jabatan Dahlan Hasan digelar melalui sidang paripurna istimewa DPRD Madina dipimpin ketua Ny. Hj. Leli Artati,S.Ag dan wakil ketua H.M. Jafar Suheri Nasution dan Harminsyah Batubara.

Prosesi itu juga merupakan tindak lanjut dari keputusan Mendagri Nomor : 131.12-3429 tahun 2014 tentang pengesahan pengangkatan wakil Bupati Madina menjadi Bupati Madina dan pengesahan pemberhentian Wakil Bupati Madina Propinsi Sumatera Utara.

Hadir dalam pelantikan sejumlah pejabat Pemprovsu, Bupati/Walikota tetangga, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Madina bersama pejabat Pemkab Madina dan Camat, ketua dan anggota Panwas maupun KPU, tokoh masyarakat Madina diperantauan juga hadir seperti H. Pandapotan Nasution,  Ramli Lubis, Hakimil Nasution, Syarifuddin Nataly, Juliardi, Riswan, Afifuddin Lubis dan Ismail Nasution.

Turut Juga hadir Ketua TP PKK dan Dekranasda Sumut Ny. Hj. Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, pengurus TP PKK dan Dharma Persatuan Madina, para pimpinan partai politik, pimpinan pondok pesantren pengusaha, pihak perbankan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pimpinan organisasi se- Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam sambutannya, Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengatakan bahwa mulai saat ini Madina memiliki pemimpin yang defenitif, dimana selama ini Dahlan Hasan Nasution yang menjabat sebagai wakil bupati dan juga sebagai pelaksana tugas bupati, kewenangannya sangat terbatas, sehingga mungkin saja dalam pelaksanaaan tugas sehari-hari tidak maksimal.

“Setelah dilantik, saya berharap agar saudara dapat melakukan akselerasi dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan maupun kemasyarakatan agar pencapaian visi dan misi saat terpilih menjadi pasangan bupati dan wakil bupati dahulu dapat semaksimal mungkin direalisasikan,” katanya.

Selain itu, ungkap Gatot Pujo Nugroho, dalam pelaksanaan pembangunan dituntut kreativitas maupun inovasi dalam koridor ketentuan untuk menyikapi keterbatasan yang mungkin dihadapi oleh daerah, sehingga diperoleh hasil maksimal dalam pelaksanaan pembangunan itu.

Kita sangat menyadari bahwa pembangunan harus melibatkan pihak swasta melalui investasi. “Untuk menarik investor tentu kikta harus mempunyai jaringan dan masyarakat Madina yakin dengan kemampuan saudara dalam membangun jaringan dengan investor,” harapnya.

Usai pelantikan Dahlan Hasan menjadi bupati defenitif, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan surat penugasan sekaligus pelantikan Ny. Ika Desika Dahlan Nasution sebagai Ketua TP PKK Madina  dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda ) oleh Ketua TP PKK dan Dekranasda Sumut Ny. Hj. Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho di aula kantor bupati setempat.

Dalam kesempatan itu, Sutias Handayani berharap agar pengurus dan kader TP PKK Madina  hendaknya professional dan mempunyai andil dalam percepatan pembangunan daerah melalui kemampuan meningkatkan pengetahuan  dan menerapkan gerakan pokok organisasi dan keberhasilan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,terwujud keluarga sehat,sejahtera,maju dan mandiri. Doc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*