Menag Bersama Ribuan Umat Berdzikir di Malam Tahun Baru

Menag Bersama Ribuan Umat Berdzikir di Malam Tahun BaruJakarta (Pinmas) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama ribuan umat hadir dalam Acara Dzikir Nasional 2015 di Masjid Agung At-Tin Jakarta, Kamis (31/12) malam. Pada malam terakhir tahun 2015 ini, Menag bersama tokoh agama dan masyarakat melangitkan doa bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa mendatang.

Menag mengapresiasi kegiatan Dzikir Nasional yang sudah berlangsung selama 14 tahun terakhir ini dan dilaksanakan setiap malam akhir tahun. Apalagi tema Dzikir Nasional tahun ini adalah  “Menguatkan Ukhuwah Kebangsaan” sehingga diharapkan akan mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa.

Menurut Menag, sedikitnya ada lima keistimewaan Majelis Dzikir. “Pertama, dzikir adalah ibadah, mengingat bahwa Allah SWT adalah Maha Segala,” terang Menag. Dalam dunia tasawuf, dzikir adalah mengingat Allah, dan ini merupakan puncak ibadah.

“Kita mencoba mengingat dan mengenal Sang Pencipta, untuk kemudian mengimplementasikannya pada perilaku sehari-hari. Jadi, melalui Dzikir Nasional ini, kita mencoba untuk mengingat Allah, untuk kemudian menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya semaksimal mungkin,” imbuh Menag.

Keistiemwaan kedua, lanjut Menag,  Majelis Dzikir adalah Majelis Ilmu. Banyak tausiyah dari para alim dan ulama yang disampaikan untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Dzikir Nasional ini memang dihadiri oleh beberapa tokoh agama yang memberikan tausiyah, antara lain:  KH Ma’ruf Amin, KH Didin Hafidhuddin, KH Yusuf Mansyur, KH Tengku Zulkarnaen, KH Hidayat Nur Wahid, dan KH Haedar Nashir. Di tengah-tengah tausiyah, dilakukan Dzikir Nasional yang dipimpin oleh KH M Arifin Ilham.

“Ketiga, dzikir merupakan penjaga stabilitas jiwa kita. Keempat, dzikir menjadi sarana tolak bala (baca: mara bahaya),” imbuh Menag. Menag mengaku teringat dengan ajaran guru dan orang tuanya, bahwa jika suatu kota, penduduknya melakukan maksiat, maka Allah SWT akan menimpakan bala (musibah) kepada mereka.

“Allah tidak akan menimpakan, jika sebagian dari mereka melakukan dzikir dengan ikhas. Jadi, dzikir mampu menolak balak dan sebagai penyeimbang,” kata Menag.

Kelima, keistimewaan Majelis Dzikir, menurut Menag adalah sebagai forum silaturahim yang akan  memperpanjang usia dan menambah rezeki.  Atas nama Pemerintah, Menag menyampaikan  terima kasih kepada penyelenggara dan At-Tin, sehingga Dzikir Nasional ini bisa berjalan dengan baik. “Semoga Allah SWT meridhai niat dan ikhtiar kita dan memberikan kekuatan pada kita untuk menjalankan amanah suci ini,” harap Menag.

Acara Dzikir Nasional ini dihadiri puluhan ribu umat Muslim dari Jakarta dan sekitarnya. Nampak para tokoh masyarakat dan agama hadir dalam kesemoatan tersebut, termasuk ketua Pelaksana Harian Masjid Agung At-Tin yang juga mantan Menteri Agama, KH M Maftuh Basyuni. Acara Dzikir yang dimulai siang habis dzuhur dengan berbagai kegiatan, antara lain: donor darah, pembacaan Al-Quran, pengajian ibu-ibu, dan ditutup dengan Qiyamul Lail. (G-penk/mkd/mkd)

Sumber: kemenag.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.