Madina Daerah Potensial untuk Berkembang

Madina Daerah Potensial untuk Berkembang 2Panyabungan – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan daerah potensial untuk berkembang dari sejumlah pendukung, mulai dari geografis dan sumber daya alam demi percepatan pembangunan.

“Potensi sumber daya alam dari pertanian, perkebunan, pertambangan yang ada di wilayah penuh dengan sejuta santri merupakan daerah yang cepat berkembang ketika digali dengan pembenahan sumber daya manusia yang handal,” katanya.

Dikatakanya, dirinya percaya dengan kepemimpinan Bupati Madina yang sudah terpilih kembali membawa nakhoda daerah ini satu priode lagi walau saat ini belum mengakhiri jabatannya sebagai bupati sampai tanggal 26 Juni nanti.

“Selain sudah menganggap abang kandung sendiri beliau (Bupati Madina – red) sudah sangat dekat dengan saya di propinsi dulunya sehingga beliau sudah tahu bagaimana menata daerahnya untuk lebih maju kedepan,” katanya.

Pengalaman di birokrasi dan kedekatannya dengan masyarakat, menjadi sebuah modal untuk memimpin daerah ini, apalagi beberapa tahun belakangan ini sudah terlihat bagainana perkembangan pembangunan Madina untuk sejajar dengan kabupaten/kota lainnya.

“Upaya komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah propinsi dan pusat juga harus terus ditingkatkan demi untuk percepatan pembangunan daerah, apalagi seluruh elemen menunjukkan kekompakan dengan secara bersama-sama untuk membangun daerahnya masing-masing,” katanya.

Sementara, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengatakan, kesiapannya untuk membawa nama Madina lebih baik, bahkan dengan mengawali peningkatan keagamaan dan adat budaya demi untuk membina mental serta mendidik generasi penerus untuk siap menhadapi persaingan global yang dibarengi dengan peningkatan ilmu agama.

Madina Daerah Potensial untuk Berkembang“Potensi alam yang sangat mendukung yang harus digali tentu perlu menanamkan nilai – nilai keagamaan dan adat, budaya terlebih dahulu sehingga rasa cinta kedaerahan serta takut terhadap norma-norma yang melanggar aturan dan ajaran agama,” katanya.

Menurut dia, generasi muda sebagai penerus bangsa harus punya mental yang tidak korup agar perkembangan pwmbangunan semakin cepat, apalagi daerah ini merupakan produsen ganja terbesar kedua di Indonesia sehingga generasinya tidak bermental narkoba.

“Sejumlah aspek percepatan pembangunan harus kita benahi dari awal selain program yang sudah tertungan dalam agenda pemerintah, mulai dari peningkatan pendidikan, kesehatan, juga peningkatan lapangan kerja dan lainnya,” katanya. (henri)

Sumber: medanbisnisdaily.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*