KPU Madina Himbau Pemilih Tidak Jual Suara

KPU Himbau Pemilih Tidak Jual SuaraKPU Madina – Panyabungan

Menilik hasil penelitian tentang politik uang dan partisipasi pemilih yang telah diterbitkan kemarin, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal (KPU Madina), Agus Salam, menghimbau pemilih agar tidak menjual suara. Soalnya, apabila terjadi jual beli suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Madina, itu sama artinya dengan menggadaikan masa depan Madina hingga lima tahun ke depan.

Teringat dengan masa lalu, dia menyampaikan rasa prihatin terhadap jalannya Pilkada Madina pada 2010. Ketika itu, aksi politik uang dalam bentuk voucer mewarnai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina hingga berujung pada sidang yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK). Hasil sidang MK memutuskan dilakukannya pemungutan suara ulang di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) Madina.

Terkait dengan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif tahun 2014, politik uang juga masih mendominasi semangat pemilih datang ke TPS. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan KPU Madina Pada pertengahan 2015 lalu yang menemukan alasan penggunaan hak pilih terutama karena mengikuti saran caleg atau tim sukses sebanyak 48 persen. Juga dari sisi faktor utama pemilih menentukan hak pilihnya dalam Pemilu 2014, sebanyak 52,8 persen pemilih menentukan hak pilihnya karena caleg atau tim sukses caleg memberikan bantuan dalam bentuk uang dan peralatan.

Beberapa hari ke depan, tepatnya 9 Desember 2015, masyarakat Madina akan kembali menyalurkan aspirasinya di bilik suara untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati. Dia berharap agar pemilih memberikan hak suaranya bukan karena adanya pemberian uang atau bantuan peralatan. Lebih dari itu, untuk menjaga kualitas Pilkada, para pemilih perlu menyandarkan pilihannya dengan hati. “Menelusuri rekam jejak calon pemimpin sebelum dipilih serta tidak melakukan aksi jual suara merupakan tindakan yang bijaksana,” tandasnya. (MK)

Sumber: kpud-madinakab.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.