Kementerian PUPR Dukung Pengembangan KEK

Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Untuk Mendukung Pengembangan KEKKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen mendukung percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia. Hal itu dinyatakan Sekretaris Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Dadang Rukmana mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat Rapat Kerja Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK di Jakarta, Senin (9/11/2015).

Dadang menyatakan, dukungan Kementerian PUPR terhadap pengembangan KEK berupa pelaksanaan pembangunan infrastruktur PUPR. “Mulai dari pelebaran dan pemantapan jalan, pembangunan jembatan, mewujudkan ketersedian air baku dan air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pembangunan perumahan dan lainnya,” terang Dadang.

Ia mengatakan, pembangunan infrastuktur tersebut tak hanya berpengaruh untuk meningkatkan pendapatan negara, namun sebagai penggerak utama pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pembangunan infrastruktur itu akan dikelola oleh pemerintah dengan membuka kesempatan kepada swasta untuk bergabung bersama-sama membangun atau bisa pula dengan swasta murni.

Saat ini, terangnya, Kementerian PUPR tengah menerapkan pola pengembangan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) sebagai basis perencanaan keterpaduan infrastruktur di Indonesia. Dadang melanjutkan, konsep pengembangan WPS merupakan pengembangan keterpaduan pembangunan infrastuktur terhadap pengembangan kawasan, salah satunya adalah pengembangan KEK.

Di tempat yang sama, Luky Eko Wuryanto, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Perekonomian, selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK menjelaskan, pengembangan KEK dilandasi oleh UU No. 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus.

Menurutnya, KEK akan diberikan fasilitas agar mampu bersaing dengan negara lain serta dapat menjadi bagian dari mata rantai produksi dunia. Luky menambahkan pemerintah menargetkan pembentukan 17 KEK sebagaimana diamanatkan RPJMN 2015. “Kebijakan pengembangan KEK sudah in-line dengan kebijakan pemerintahan sekarang,” ujar Luky.

Ia mengatakan, pengembangan KEK merupakan salah satu strategi Indonesia dalam mendorong investasi dan meningkatkan daya saing Indonesia. Ia menyatakan, pembentukan kawasan-kawasan ekonomi khusus di sejumlah wilayah diharapkan membawa keuntungan bagi Indonesia, seperti adanya peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, keunggulan kompetitif produk ekspor, meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lokal, mendorong terjadinya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui transfer teknologi.

Sumber: pu.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*