ISPU Di Atas 50, Bayi Tidak Keluar Rumah

ISPU Di Atas 50, Bayi Tidak Keluar RumahMenteri Kesehatan Prof. Nila F. Moeloek kembali mengingatkan agar warga masyarakat di wilayah terdampak kabut asap untuk mengurangi aktivitas di luar rumah bila indeks standar pencemaran udara (ISPU) sudah di atas 400. Selama di rumah, Menkes menganjurkan agar ventilasi lebih baik ditutup dengan kain basah agar partikel yang ada di dalam asap tidak masuk.

Khusus untuk bayi, Menkes meminta agar tidak keluar rumah ketika ISPU di atas angka 50. Sementara ISPU di atas 200 juga tidak sehat bagi anak di bawah 12 tahun, ibu hamil, orang lanjut usia, dan orang yang punya penyakit kronis, tambah Menkes.

Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan dr. Ahmad Yurianto menyatakan terjadi peningkatan indeks standar pencemaran udara (ISPU) di wilayah terpapar asap. ISPU pada hari ini, Riau 370, Jambi 857, Sumatera Selatan 380, Kalimantan Barat 459, Kalimantan Selatan ini paling baik 78, dan Kalimantan Tengah 700, terangnya saat jumpa pers di kantor Kemenkes, Jakarta (22/10).

Disampaikan pula, Kementerian Kesehatan juga mencatat terjadinya kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam seminggu terakhir. Dari seminggu terakhir kenaikan berkisar 500 orang perminggu, ujar Ahmad.

Dalam menanggulangi gangguan kesehatan akibat asap, Kemenkes menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan perhimpunan dokter paru Indonesia untuk serius memberikan pelayanan kesehatan terutama kepada anak yang rentan terkena infeksi akibat asap.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Pulungan menyarankan agar warga mengevakuasi bayi ke rumah singgah yang sudah disiapkan karena memiliki AC dan saluran air bersih.

Menteri Kesehatan Prof. Nila F. Moeloek menyatakan saat ini telah terjadi situasi darurat kesehatan akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan. Untuk mengendalikan dampak kesehatan, Kemenkes telah mengirimkan bantuan logistik maupun tenaga. Bantuan yang dikirimkan berupa 33,8 ton alat medis, obat, masker, oxycan; 11 ton makanan tambahan; serta 11 unit penjernih air. Sementara untuk tenaga kesehatan telah dikirimkan 2 dokter spesialis anak dan Paru/Penyakit Dalam, 2 dokter umum dan 1 perawat masing-masing dari RS. Fatmawati Jakarta, RSCM Jakarta, RS Persahabatan Jakarta, RS Sardjito Yogyakarta, RS. Karyadi Semarang, RS. Hasan Sadikin Bandung, RS. Muhamad Husain Palembang, RS. Adam Malik Medan, dan RS. Jamil Padang.

Kami akan distribusikan kembali 125 ribu masker per kabupaten/kota, di mana ada 97 kabupaten/kota yang akan mendapatkannya, tambah Menkes.

Menkes juga menyebutkan bahwa saat ini telah menyediakan tenda isolasi di 5 Provinsi yaitu Kalteng, Riau, Sumsel, Kalsel, Kalbar. Di masing-masing tenda tersebut sudah ada dokter yang siap menangani warga yang membutuhkan pelayanan medis.

Sumber: depkes.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*