BPS: industri pengolahan dukung pertumbuhan ekonomi 2015

BPS industri pengolahan dukung pertumbuhan ekonomi 2015Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lapangan usaha industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar pada struktur perekonomian Indonesia yang sepanjang tahun 2015 tumbuh 4,79 persen.

“Industri pengolahan memberikan kontribusi menurut lapangan usaha sebesar 20,84 persen terhadap sumber pertumbuhan PDB,” kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.
 
Suryamin menjelaskan lapangan usaha lainnya yang memberikan kontribusi adalah pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,52 persen dan perdagangan besar eceran, reparasi mobil, sepeda motor 13,29 persen.
 
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan, kata dia, industri pengolahan juga memiliki sumber pertumbuhan tertinggi 0,92 persen diikuti konstruksi sebesar 0,64 persen dan pertanian 0,53 persen.
 
Dari sisi produksi, sektor informasi dan komunikasi tercatat tumbuh tinggi di 2015 yaitu mencapai 10,06 persen, diikuti jasa keuangan dan asuransi 8,53 persen dan jasa lainnya sebesar 8,08 persen.
 
“Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 5,08 persen pada 2015,” kata Suryamin.
 
Ia menambahkan dari sisi pengeluaran, struktur perekonomian Indonesia juga masih didukung oleh komponen konsumsi rumah tangga 55,92 persen, pembentukan modal tetap bruto 33,19 persen dan ekspor barang dan jasa 21,09 persen.
 
Komponen konsumsi pemerintah memberikan kontribusi tinggi pada 2015 setelah tumbuh 5,38 persen sepanjang tahun, diikuti pembentukan modal tetap bruto 5,07 persen dan konsumsi rumah tangga 4,96 persen.
 
“Tapi bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan 4,79 persen, sebagian besar didukung oleh dua komponen, yaitu konsumsi rumah tangga 2,69 persen dan pembentukan modal tetap bruto 1,64 persen,” ujar Suryamin.
 
Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada 2015 masih didominasi oleh Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 58,29 persen, diikuti Sumatera 22,21 persen, Kalimantan 8,15 persen, Sulawesi 5,92 persen dan pulau lainnya 5,43 persen.
 
Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 sebesar 4,79 persen, atau melambat dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 5,02 persen, setelah pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2015 mencapai 5,04 persen.
 
Sementara, perekonomian Indonesia tahun 2015 yang diukur berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp11.540,8 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp45,2 juta atau 3.377,1 dolar AS.
 
Sumber: antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.