Ayo… Kembangkan Ekonomi Kreatif dan UKM di Mandailing Natal

Ayo…Kembangkan Ekonomi Kreatif dan UKM di Mandailing NatalPanyabungan – Dalam situasi ekonomi yang makin sulit, ekonomi kreatif dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan menjadi solusi alternatif bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat berbincang-bincang dengan Metro Tabagsel, Selasa (2/8) di sekretariat Karang Taruna di Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan.

Hadir pada kesempatan itu Ketua Karang Taruna M Alhasan Nasution, Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Nazaruddin Lubis, Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Panri Fauzi Nasution.

Ketua Karang Taruna M Alhasan Nasution mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat khususnya petani semakin sulit.

Hal itu disebabkan harga hasil bumi yang tidak stabil bahkan semakin murah. Misalnya harga karet sebagai salah satu sumber penghasilan utama masyarakat yang terus menurun.

Kondisi ini sudah berdampak luas dalam kehidupan masyarakat. Bahkan, belakangan, sudah seringnya terjadi tindak pidana pencurian hingga pembongkaran rumah yang diduga disebabkan makin lemahnya perekonomi masyarakat.

“Ekonomi masyarakat semakin tambah sulit. Harga bahan pokok yang tidak sesuai dengan sumber penghasilan masyarakat, yang mana penghasilan warga Madina kebanyakan dari kebun karet. Banyak warga yang hidupnya bergantung pada hasil karet. Tetapi selama dua tahun lebih, harga karet murah dan hasilnya tidak sesuai lagi dengan kebutuhan pokok. Bahkan banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat harga karet yang murah, karena pemilik kebun karet menyetop produksi karetnya. Sehingga penderes terpaksa berhenti bekerja. Inilah gambaran masyarakat Madina saat ini,” ungkap Alhasan.

Dia menilai, pemerintah perlu segera melakukan langkah-langkah perbaikan guna menstabilkan ekonomi masyarakat.

“Saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah perbaikan di bidang ekonomi, banyak program yang bisa dilakukan, misalnya melakukan pembinaan ekonomi kreatif dan sebagainya,” ujarnya.

Ketua DPD IPK Madina Nazaruddin Lubis dan Ketua Sapma PP Panri Fauzi menambahkan. Katanya, program paling tepat dilakukan dalam situasi ekonomi masyarakat yang terpuruk saat ini adalah memberdayakan peluang ekonomi yang sudah ada yaitu ekonomi kreatif atau industri rumah tangga.

Misalnya kipang, kerupuk ubi, anyaman dari bahan baku rotan, dan berbagai jenis kerajinan tangan dan kuliner lainnya.

“Karena ekonomi kreatif ini, selain bisa jadi solusi alternatif di saat ekonomi lemah juga bisa mengembangkan usaha kecil dan menengah. Karena selama ini masyarakat menjalankan usahanya sendiri, baik dari segi modal maupun jangkauan pasar. Tapi, kalau pemerintah melakukan pembinaan dan penanaman modal, kita sangat yakin produksi rumah tangga dari daerah ini dapat bersaing dengan produk luar daerah,” sebut Nazar dan Panri.

Mereka menyayangkan, sampai saat ini makanan ringan yang beredar di tengah-tengah masyarakat bukanlah produk masyarakat Madina, melainkan produk dari luar daerah. Padahal cita rasa buatan daerah tidak kalah bersaing. Hanya saja kemasan dan merknya tidak kompetitif, sehingga yang menguasai pasar adalah produk dari luar daerah.

“Hal ini perlu disikapi pemerintah secepat mungkin. Jangan hanya berpikiran pembangunan fisik saja, tetapi langkah paling tepat adalah bagaimana membangkitkan gairah perekonomian masyarakat. Itu langkah paling penting saat ini,” jelas mereka. (wan)

Sumber: metrotabagsel.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*