3 Kesepakatan Warga dan Polisi Terakit Bentrok di Perbatasan Madina-Tapsel

3 Kesepakatan Warga dan Polisi Terakit Bentrok di Perbatasan Madina-TapselTapsel – Di Aek Badak Jae, Kecamatan Sayurmatinggi, Tapanuli Selatan, tepatnya di Gedung SD Negeri Aek Badak, Selasa (20/9) dini hari, personel Polres Tapsel bersama Pemkab Tapsel dan masyarakat bertemu.Pertemuan itu dalam membahas persoalan yang ditimbulkan dari status atau tulisan yang diposting (bagikan) akun Facebook bernama Toni Darius Sitorus yang berisi ejekan dan hinaan serta sebaran kebencian pada Agama Islam.

Hal itu juga kemudian menjadi pemicu konflik yang melibatkan beberapa desa di dua kecamatan di dua kabupaten berbeda. Yakni, Aek Badak Julu dengan Pardomuan di Kecamatan Sayurmatinggi dan Sihepeng dengan Pardomuan.

Dari pertemuan itu, Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana memastikan akan mendirikan posko keamanan di perbatasan Desa Aek Badak Julu dan Desa Pardomuan.

“Ada tiga butir yang akan segera kita laksanakan dalam menindaklanjuti persoalan ini, pertama kita akan mendirikan posko berjaga di sini. Kedua, proses hukum akan terus kita lakukan terhadap penghinaan di laman facebook ini. Ketiga, kita akan meredam potensi konflik,” ucapnya usai pertemuan yang berakhir sekitar pukul 04.00 pagi.

Ia juga meminta wartawan untuk halus dalam pemberitaan terkait konflik yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) tersebut.

Dalam mengkondusifkan kosentrasi warga di beberapa sudut masing-masing desa, pada malam yang disirami hujan itu. Pasukan keamanan dari Polres Tapsel, Madina, Pasukan Brimob Detasemen C serta TNI dari Batalyon Infanteri 123/RW dan Kodim 0212 TS tetap berjaga. (mag 01)

Sumber: metrotabagsel.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*