18,1 Ha Ladang Ganja dan 27 Senjata Ditemukan di Tor Sihite

18,1 Ha Ladang Ganja dan 27 Senjata Ditemukan di Tor SihiteMandailing Natal – Danrem 023/KS Kol Inf Richard TH Tampubolon beserta anggota menemukan 18,1 hektare ladang ganja yang tersebar di 9 titik di perbukitan Desa Tor Sihite dan Antara, Kabupaten Madina, Rabu (7/9), ketika meninjau pelaksanaan Latihan Teknis Bertempur Yonif 123/RW. Tak hanya itu, pasukan TNI juga mengamankan 27 pucuk senjata rakitan dari tangan masyarakat.

Dalam keterangan persnya, Danrem menjelaskan bahwa penemuan terjadi saat pihaknya melaksanakan patroli mencari ladang ganja. Mereka menggunakan sistem komando teritorial berupa kegiatan komunikasi sosial dialogis atau konsep dialog dengan masyarakat yang ada di 5 desa di Kecamatan Penyabungan Timur, Madina.

“Waktu kita meninjau pelaksanaan latihan teknis bertempur Yonif 123/RW, kita juga juga melakukan patroli untuk mencari ladang ganja. Ternyata, berkat sistem komando teritorial yang kita bangun dengan masyarakat, kita berhasil menemukan 9 titik ladang ganja. Luasnya sekitar 18,1 hektare. Selain itu, kita juga mengamankan senjata api rakitan sebanyak 27 pucuk dari tangan masyarakat,” kata Kolonel Inf Richard, Kamis (8/9).

Dikatakan, senjata api diserahkan langsung oleh masyarakat berkat hubungan dekat yang terbina antara TNI dengan rakyat sehingga membangun kepercayaan yang tinggi. “Ini berkat terjalinnya kedekatan antara Babinsa dengan masyarakat yang merupakan ujung tombak satuan teritorial. Dan, konsep komunikasi sosial dialogis yang diterapkan oleh Babinsa, maka terjalinlah hubungan yang harmonis. Dan, masyarakat dengan kesadaran yang tinggi dan dengan sukarela menyerahkan senjata rakitan yang mereka miliki sebagai timbal balik dari kedekatan Babinsa terhadap masyarakat binaannya,” ungkapnya.

tni-kembali-temukan-18-ha-ladang-ganja-dan-27-pucuk-senjata-locot-1Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut pihaknya juga menerima keluhan masyarakat sekitar, di antaranya mengenai keamanan dan ketertinggalan perekonomian, terutama infrastruktur yang tidak memadai. “Maka perlu pencerahan dan pendampingan terhadap masyarakat. Perlu perbaikan infrastruktur, sehingga masyarakat dapat merubah tanamannya menjadi tanaman yang produktif. Maka, kita berjanji akan berkoordinasi dan menindaklanjuti keinginan masyarakat agar nantinya taraf kehidupan masyarakat daerah ini dapat lebih maju lagi,” pungkas perwira dengan tiga melati emas di pundaknya ini.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Kapolres Madina AKBP Rudy Rifani yang sempat mengimbau masyarakat agar tidak lagi menyimpan senjata rakitan dan menggunakannya untuk hal-hal yang bertentangan dengan hukum. “Kapolres juga sudah sampaikan kepada masyarakat yang memiliki senjata tajam agar tidak lagi menyimpan senjata rakitan atau sejenisnya. Apalagi sampai menggunakannya ke hal-hal tindak pidana,” tuturnya.

Hadir juga pada kesempatan tersebut Dandim 0212/TS Letkol Inf Sevta Viandi, Danyonif 123/RW Letkol Inf IGB Wijangsa, Kepala BNNK Kabupaten Madina AKBP Edy Mashuri Nasution, Asisten I Pemkab Madina beserta tokoh masyarakat dari 5 desa di Kecamatan Panyabungan Timur tersebut. Selanjutnya, ladang ganja yang ditemukan dimusnahkan dengan cara dibakar. (ts/ara)

Sumber: metrotabagsel.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*